5 Pesan Moral Kisah Tangkuban Perahu yang Perlu Diketahui Anak

Siapa yang tidak tahu dengan cerita rakyat Sangkuriang atau juga dikenal dengan dongen Tangkuban Perahu? Dongeng ini sudah melegenda di daerah asalnya, yaitu Tataran Sunda, bahkan di seluruh Indonesia sebagian besar mengetahui dongeng ini.

 

Tangkuban Perahu bercerita tentang Dayang Sumbi, Tumang, dan Sangkuriang. Dayang Sumbi merupakan anak dari Raja Sumbing Perbangkara yang cantik jelita, tapi akhirnya menikah dengan Tumang, seorang dewa yang dikutuk menjadi anjing penjaga.

 

Pernikahan tersebut menghasilkan seorang anak bernama Sangkuriang yang tanpa sengaja membunuh ayahnya sendiri, kemudian diusir dari rumah, dan pada akhirnya malah ingin menikahi ibunya sendiri.

Pesan dari Kisah Tangkuban Perahu

Alur dalam cerita Sangkuriang ini memang sangat menarik sehingga diangkat ke layar lebar dan menjadi salah satu film sukses pada masanya. Dari kisah Sangkuriang ini ada banyak pesan moral yang bisa diambil, yaitu:

1.     Ketika Berjanji Harus Ditepati

Dalam kisah ini, Dayang Sumbi berjanji akan menikahi lelaki mana saja yang mengambilkan benangnya. Bahkan ketika yang mengambil adalah seekor anjing, dia tetap menepatinya.

 

Di sini terselip pesan moral bahwa ketika menjanjikan sesuatu harus menepatinya. Namun, pastikan bahwa hal yang dilakukan tetap sejalan dengan moral maupun aturan agama dan hukum.

2.     Bersikap Jujur

Cerita rakyat ini juga mengajarkan ketidakjujuran bukanlah hal baik. Seharusnya sejak awal Dayang Sumbi bersikap jujur mengenai Tumang yang merupakan ayah Sangkuriang. Begitu pula Sangkuriang harus jujur ketika dirinya dengan tidak sengaja membunuh Tumang.

3.     Perkawinan Antara Anak dan Orangtua Tidak Diperbolehkan

Dalam norma sosial apalagi agama, pernikahan antara orangtua dengan anaknya, baik ibu atau ayah dengan anak laki-laki maupun perempuan bukanlah sesuatu yang boleh dilakukan. Bahkan norma hukum negara juga tidak memperbolehkannya.

4.     Jangan Berlaku Curang

Meskipun dalam hal ini Dayang Sumbi terpaksa berbuat curang untuk menggagalkan usaha Sangkuriang, tapi kecurangan tetap bukan hal baik. Jadi, sebisa mungkin bersikap curang sebaiknya tidak dilakukan. Bahkan di saat terpaksa pun harus coba cari jalan keluar yang lain.

5.     Berhati-hati dalam Berbicara

Mulut adalah harimaumu, ungkapan ini sangat cocok untuk dongeng Tangkuban Perahu ini. Karena semua diakibatkan dari omongan Dayang Sumbi yang bersumpah menikahi laki-laki yang mengambilkan benangnya. Akibat termakan sumpah, Dayang Sumbi harus menghadapi banyak masalah di kemudian hari.

 

Dalam setiap cerita rakyat selalu terselip pesan moral yang bisa diambil. Ketika menceritakannya kepada anak, sebaiknya Anda menambahkan pesan moral yang terkandung dalam cerita pada bagian akhir, karena anak-anak belum bisa menyimpulkannya sendiri. Ingin tahu lebih banyak mengenai berbagai informasi menarik seputar hiburan, kesehatan, kesenian, dan rupa-rupa lainnya, silakan bertandang ke Orami.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *